43 Aceh Ikuti Pelatihan Konten Kreator, Siap Berdakwah di Era Digital

waktu baca 2 menit
Sabtu, 25 Apr 2026 15:02 29 Muhammad Furqan

Aceh Besar — Sebanyak 43 santri dari berbagai dayah di Aceh mengikuti kegiatan Pelatihan Konten Kreator yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, sejak 19 hingga 23 April 2026 di Hotel Madinatul Zahra, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar.

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para santri dengan keterampilan digital kreatif agar mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah yang menarik, edukatif, dan inspiratif di tengah perkembangan teknologi saat ini.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menerima berbagai materi penting yang disampaikan oleh para pemateri profesional di bidang kreatif digital, yakni Maulian Syahputra, S.KOM, Mustafa Lutfi, S.KOM, Semoga Raharja Wijaya, dan Yusran Maulana.

Adapun materi yang diajarkan meliputi teknik fotografi dan videografi, editing video dan komposisi visual, pembuatan naskah konten, strategi personal branding, manajemen media sosial, hingga optimalisasi platform digital seperti TikTok, Instagram, dan YouTube sebagai media dakwah. Tidak hanya itu juga dikenalkan pada pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) untuk mendukung pembuatan konten.

Dalam sambutannya, Muhsin, S.Pd.I, M. Pd.I selaku Plt Kadis Pendidikan Dayah Aceh menyampaikan bahwa santri di era modern tidak hanya dituntut memahami ilmu agama, namun juga harus mampu menyampaikan pesan-pesan dakwah dengan pendekatan yang relevan sesuai perkembangan zaman.

“Santri hari ini harus mampu menjadi agen perubahan di dunia digital dengan menghadirkan konten-konten positif, kreatif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islami,” ujarnya.

Selain materi teori, peserta juga dibimbing untuk praktik langsung membuat konten kreatif, mulai dari proses pengambilan gambar, editing, hingga presentasi hasil karya yang kemudian dievaluasi langsung oleh mentor.

Salah satu peserta, Muhammad Ihsan Rismaulidan, utusan dari Dayah Al-Huda Malikussaleh, Reuleut Timu, Aceh Utara, mengungkapkan kesan positifnya selama mengikuti pelatihan tersebut.

“Kesan saya, pelatihan ini sangat luar biasa dan membuka wawasan kami sebagai santri untuk lebih kreatif di era digital. Selama lima hari kami mendapatkan banyak ilmu yang sangat bermanfaat dari mentor-mentor hebat. Pesan saya, semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut agar santri dayah semakin maju, kreatif, dan mampu berdakwah melalui media sosial,” ungkap Ihsan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lahir generasi santri kreatif yang mampu menyebarkan syiar Islam secara luas melalui media digital dengan cara yang modern, santun, dan penuh manfaat bagi masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA