Harga Cabai Merah di Pidie Kembali Turun Pasca Lebaran Idulfitri 1447 H

waktu baca 2 menit
Minggu, 5 Apr 2026 18:49 66 Admin

Sigli – Memasuki pertengahan bulan Syawal atau sekitar dua pekan setelah Idulfitri 1447 Hijriah, harga cabai merah di sejumlah pasar di Aceh mulai menunjukkan penurunan signifikan. Setelah sempat melonjak tajam menjelang hari raya, kini harga kembali stabil dan lebih terjangkau bagi masyarakat.

Pantauan di pusat pasar sayur Pante Teungoh, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, pada Jumat hingga Sabtu (4–5 April 2026), harga cabai merah kualitas super tercatat berada di kisaran Rp35.000 per kilogram. Angka ini turun drastis dibandingkan periode meugang dan awal lebaran yang sempat menyentuh Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram.

Sementara itu, cabai merah kualitas standar juga mengalami penurunan harga, dari sebelumnya Rp50.000–Rp55.000 per kilogram menjadi sekitar Rp30.000 per kilogram. Kondisi ini disambut positif oleh para konsumen, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner kecil.

Fadli, salah satu pedagang cabai di Pasar Pante Teungoh, menyebutkan bahwa turunnya harga dipengaruhi oleh pasokan yang kembali normal. “Sekarang stok cabai sudah banyak, baik dari petani lokal maupun kiriman dari luar daerah, jadi harga ikut turun,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun permintaan masyarakat masih cukup tinggi pasca lebaran—terutama karena maraknya kenduri dan pesta pernikahan di bulan Syawal—ketersediaan barang tetap mencukupi sehingga harga tidak kembali melonjak.

Hal serupa disampaikan Muslim, pedagang sayur di Pasar Caleue, Kecamatan Indrajaya. Ia menjelaskan bahwa lonjakan harga cabai merah umumnya terjadi menjelang akhir Ramadan hingga awal lebaran, seiring meningkatnya kebutuhan bumbu masakan untuk tradisi meugang.

“Masyarakat biasanya membeli dalam jumlah besar untuk memasak daging saat meugang. Apalagi banyak perantau yang pulang kampung, jadi permintaan naik drastis,” jelasnya.

Seorang warga Kemukiman Garot, Nurbaiti, memperkirakan harga cabai merah berpotensi kembali naik menjelang tradisi meugang berikutnya, terutama menjelang Hari Raya Iduladha.

Dengan kondisi pasokan yang stabil saat ini, masyarakat diharapkan dapat menikmati harga bahan pokok yang lebih bersahabat, setidaknya hingga permintaan kembali meningkat pada momen-momen tertentu.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA