Pemateri NGOTIS Soroti Fenomena Doomscrolling, Mahasiswa Diminta Lebih Bijak Bermedia Sosial

waktu baca 1 menit
Minggu, 5 Jul 2026 23:05 19 Muhammad Furqan

Pemateri NGOTIS (Ngopi Kritis), Al-Syah Nugraha Kamid, mengajak mahasiswa untuk lebih bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi digital, khususnya dalam penggunaan gawai dan media sosial.

Menurutnya, kemudahan dalam mengakses informasi melalui perangkat digital harus diimbangi dengan kemampuan mengendalikan diri agar tidak terjebak dalam kebiasaan yang berdampak negatif.

Dalam pemaparannya, Al-Syah menyoroti fenomena doomscrolling, yakni kebiasaan menggulir media sosial secara terus-menerus untuk mengonsumsi berbagai informasi, terutama berita atau konten bernada negatif. Tanpa disadari, kebiasaan tersebut dapat memengaruhi pola pikir, menurunkan produktivitas, hingga berdampak pada kesehatan mental penggunanya.

“Mahasiswa di era sekarang harus bijak dalam menyikapi dan menggunakan gawai masing-masing. Fenomena doomscrolling sedikit banyak memengaruhi cara mahasiswa menggunakan media sosial,” ujarnya.

Lebih lanjut, Al-Syah menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi di ruang digital. Sebaliknya, mahasiswa harus mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana meningkatkan literasi, menyebarluaskan informasi yang telah terverifikasi, serta membangun ruang diskusi yang sehat, kritis, dan produktif.

Ia berharap teknologi digital tidak hanya dimanfaatkan sebagai media hiburan semata, tetapi juga menjadi instrumen pembelajaran, pengembangan kapasitas intelektual, serta wadah bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam menciptakan ekosistem informasi yang berkualitas.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA