“Mahasiswa Tetap Optimis dan Komitmen Kawal Pemulihan Pasca Bencana Banjir“
Aceh, 6 Juli 2026
Pernyataan Darys Waldani, Ketua DEMA UIN Ar-Raniry, menyatakan bahwa gerakan ini lahir dari semangat kepedulian dan harapan yang tinggi terhadap pemulihan Aceh pasca bencana banjir.
“Kami, massa aksi, datang dengan hati yang penuh harapan. Delapan bulan telah berlalu sejak banjir melanda Aceh. Delapan bulan yang seharusnya menjadi momentum mempercepat pemulihan, membangun kembali harapan, dan mengembalikan kehidupan masyarakat yang terdampak. Meski perbaikan di lapangan belum sepenuhnya terlihat, kami tetap optimis bahwa dengan komitmen bersama, Aceh dapat bangkit lebih kuat,” ujar Darys Waldani.
Darys menyesalkan sikap Gubernur Aceh yang hingga kini belum bersedia bertemu langsung dengan mahasiswa dan masyarakat untuk mendengarkan aspirasi. “Ini sudah ketiga kalinya kami hadir sejak aksi JKA. Kami datang bukan untuk mencari panggung politik, melainkan membawa suara rakyat yang ingin didengar. Seorang pemimpin diharapkan hadir di tengah kesulitan rakyatnya. Kami yakin, melalui dialog yang terbuka, kita dapat bersama-sama menemukan solusi terbaik bagi Aceh.”
Lebih lanjut, Darys menyoroti beberapa catatan penting hasil kajian dan observasi lapangan Aliansi Rakyat Aceh Bersama BEM UI pada aksi tanggal 3 Juli 2026 di Kantor Gubernur Banda Aceh yaitu :
Delapan Catatan Utama:
Tuntutan :
Kepada Pemerintah Pusat:
Kepada Pemerintah Daerah Provinsi Aceh:
“Kami percaya Aceh memiliki kekuatan untuk bangkit. Yang dibutuhkan saat ini adalah keberanian, transparansi, dan kerja nyata dari pemerintah. Kami akan terus mengawal proses pemulihan ini dengan damai dan penuh semangat. Jika tuntutan kami masih diabaikan, kami siap kembali dengan massa yang lebih besar. Gerakan ini tidak akan berhenti sampai Aceh benar-benar pulih,” tegas Darys Waldani.
Gerakan mahasiswa Aceh melalui Aliansi Rakyat Aceh bersama BEM UI tetap optimis bahwa suara rakyat yang disampaikan secara damai akan didengar. Sebab, amanah kepemimpinan berasal dari rakyat, dan sejarah membuktikan bahwa persatuan dan keteguhan sikap dapat melahirkan perubahan yang bermakna.
Tidak ada komentar