ACEH UTARA — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-III Tingkat Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, resmi berakhir pada Rabu malam (4/8/2026). Mengusung tema “Menggema Kalam Ilahi, Menyatukan Hati, Membangun Generasi Qurani”, kegiatan tersebut berlangsung sejak Senin malam (2/8/2026) dan menjadi momentum untuk memperkuat syiar Islam serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
MTQ yang digelar di Kecamatan Syamtalira Bayu itu diikuti oleh kafilah dari seluruh kemukiman. Para peserta berkompetisi dalam berbagai cabang perlombaan Al-Qur’an dengan menjunjung tinggi semangat sportivitas, kebersamaan, dan syiar keagamaan.
Sejak pembukaan hingga malam penutupan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar. Kesuksesan pelaksanaan MTQ tidak terlepas dari kerja sama panitia, dewan hakim, pemerintah kecamatan, tokoh agama, serta dukungan masyarakat yang turut menyukseskan setiap tahapan kegiatan.
Pada malam penutupan, suasana penuh haru dan kebersamaan terasa di tengah masyarakat. Para peserta yang berhasil meraih prestasi menerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan dan perjuangan mereka. Sementara seluruh peserta turut mendapat penghormatan atas partisipasi dan dedikasi dalam menyemarakkan syiar Al-Qur’an.
Camat Syamtalira Bayu, Muslem, S.Sos., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan MTQ Ke-III tersebut.
Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang untuk mencari juara, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki akhlak yang baik.
Ia berharap semangat yang lahir dari pelaksanaan MTQ dapat terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Membaca, memahami, menghafal, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.
Berakhirnya MTQ Ke-III Kecamatan Syamtalira Bayu juga menjadi langkah awal bagi para peserta untuk terus mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi MTQ di tingkat Kabupaten Aceh Utara.
MTQ boleh berakhir, tetapi syiar Al-Qur’an tidak boleh berhenti. Semangat membaca, memahami, dan mengamalkan Kalam Ilahi diharapkan terus hidup di tengah keluarga dan masyarakat Syamtalira Bayu.
Tidak ada komentar