Lhokseumawe – Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai pelaksanaan Haflah Takharruj Angkatan VIII Mahad An Nahlah Kota Lhokseumawe yang digelar pada Rabu, 17 Juni 2026, di Masjid Mawaddah, Dayah An Nahlah. Acara yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 12.30 WIB tersebut menjadi momentum bersejarah bagi para santri yang telah menyelesaikan masa pendidikan dan hafalan Al-Qur’an mereka.
Sebanyak puluhan santri dan santriwati mengikuti prosesi wisuda tahun ini. Di antara para lulusan, nama Ulfi Rizkia menjadi perhatian karena berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi dirinya, keluarga, dan lembaga pendidikan tempat ia menimba ilmu.
Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Arie Rifi, salah seorang peserta wisuda tingkat SMP. Suara merdu yang menggema di dalam masjid menambah kekhusyukan acara yang dihadiri oleh orang tua, dewan guru, dan para tamu undangan.
Setelah itu, panitia mengumumkan berbagai penghargaan dan capaian terbaik yang diraih para wisudawan dan wisudawati selama menjalani pendidikan di Mahad An Nahlah. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan yang diwakili oleh Amzar. Dalam penyampaiannya, ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada para guru serta orang tua yang telah membersamai perjalanan mereka dalam menuntut ilmu.
Momen sakral berikutnya adalah prosesi pengukuhan dan penyerahan sertifikat kelulusan, rapor, serta penghargaan capaian hafalan Al-Qur’an yang dilakukan oleh Amir Dahri, Abi Taufiq Rohmi, dan Ustaz Romi Saputra Al-Hafiz.
Namun, bagian yang paling membekas dalam ingatan para hadirin adalah sesi muhasabah yang dipandu langsung oleh Abi Taufiq Rohmi. Dalam suasana yang penuh ketenangan, para santri diminta menyampaikan isi hati mereka kepada orang tua masing-masing. Tangisan haru pun tak terbendung ketika para peserta mengungkapkan rasa cinta, terima kasih, dan permohonan maaf kepada ayah dan ibu mereka.
Pelukan hangat antara anak dan orang tua menjadi pemandangan yang memenuhi ruangan masjid. Banyak hadirin yang turut menitikkan air mata menyaksikan momen emosional tersebut, menjadikan acara wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan juga ajang refleksi dan penguatan ikatan keluarga.
Dalam amanatnya, Abi Taufiq Rohmi mengingatkan para santri agar senantiasa menjadi kebanggaan bagi orang tua dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Menurutnya, keberhasilan seorang anak tidak hanya diukur dari prestasi akademik maupun hafalan Al-Qur’an, tetapi juga dari kemampuannya menjaga akhlak dan berbakti kepada kedua orang tua.
Beliau berharap para alumni Mahad An Nahlah Angkatan VIII dapat menjadi generasi Qurani yang mampu membawa nilai-nilai Islam di tengah masyarakat serta menjaga nama baik almamater di mana pun mereka berada.
Acara ditutup dengan doa muhasabah yang dipimpin langsung oleh Abi Taufiq Rohmi dan dilanjutkan dengan salat berjamaah bersama seluruh peserta dan tamu undangan. Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, para wisudawan resmi menapaki babak baru kehidupan dengan bekal ilmu, hafalan Al-Qur’an, dan doa dari orang-orang tercinta.
Tidak ada komentar