Aliansi Mahasiswa Nusantara Imbau Jaga Stabilitas Nasional dan Tolak Narasi Provokatif dalam Demokrasi

waktu baca 2 menit
Senin, 6 Apr 2026 18:31 48 Muhammad Furqan

Jakarta, 6 April 2026— Koordinator Pusat Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN), Agus Muliara, menegaskan sikap organisasi terkait pernyataan Saiful Mujani yang menyerukan aksi massa untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah forum di Jakarta pada 31 Maret 2026.

Menurut Agus, seruan tersebut dinilai tidak tepat dan berpotensi menimbulkan instabilitas politik serta memecah belah persatuan bangsa. Ia menegaskan bahwa dalam negara demokrasi yang berlandaskan hukum seperti Indonesia, terdapat berbagai mekanisme yang sah, konstitusional, dan bermartabat untuk menyampaikan kritik maupun melakukan kontrol terhadap jalannya pemerintahan.

“Mengoreksi jalannya pemerintahan tidak harus melalui cara-cara provokatif. Masih banyak jalur yang layak dan patut ditempuh, seperti dialog publik, advokasi kebijakan, penguatan peran masyarakat sipil, serta mekanisme demokrasi yang tersedia secara konstitusional,”ujar Agus Muliara.

Agus menekankan bahwa kritik dalam ruang demokrasi harus dibangun di atas kepentingan publik, bukan sentimen personal yang justru dapat mengaburkan substansi persoalan.

“Dalam demokrasi, kritik harus dibangun di atas kepentingan publik, bukan sentimen personal. Ketika kritik disampaikan dengan nada yang konfrontatif dan terkesan berulang terhadap figur tertentu, maka publik berhak mempertanyakan apakah yang dibawa adalah kepentingan demokrasi atau justru persoalan pribadi,”tegasnya.

Lebih lanjut, Agus juga menyoroti rekam jejak Saiful Mujani melalui lembaga surveinya, SMRC, yang menurutnya sebelumnya pernah secara terbuka membangun narasi negatif berbasis rekam jejak terhadap Prabowo Subianto. Ia menilai pola tersebut, ditambah dengan pernyataan terbaru yang lebih konfrontatif, berpotensi menimbulkan persepsi publik bahwa terdapat dimensi personal dalam sikap yang ditunjukkan.

“Jika kita melihat secara terang benderang di ruang publik, termasuk media online, kritik-kritik yang disampaikan cenderung mengarah pada figur yang sama dengan eskalasi yang semakin tinggi. Hal ini dapat memunculkan dugaan adanya kecenderungan personal, yang tentu tidak sehat dalam praktik demokrasi,” lanjut Agus.

Meski demikian, Aliansi Mahasiswa Nusantara menegaskan tetap menjunjung tinggi kebebasan berpendapat sebagai bagian penting dari kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus diiringi dengan tanggung jawab moral serta komitmen untuk menjaga stabilitas nasional.

Agus juga menyayangkan bahwa pernyataan tersebut datang dari sosok Saiful Mujani yang dikenal sebagai aktivis senior dalam gerakan reformasi 1998. Menurutnya, pengalaman tersebut seharusnya menjadi landasan untuk menghadirkan narasi yang lebih edukatif, sejuk, dan konstruktif bagi masyarakat.

Aliansi Mahasiswa Nusantara mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Perbedaan pandangan adalah keniscayaan dalam demokrasi. Namun, semua itu harus disampaikan secara bertanggung jawab, objektif, dan berorientasi pada kepentingan bangsa, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,”tutup Agus Muliara.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA